Tuesday, June 16, 2015

Apa itu Tasawuf?

1) Zakaria al-Anshari berkata, "Tasawuf adalah ilmu yang dengannya diketahui tentang pembersihan jiwa, perbaikan budi pekerti serta pembangunan lahir dan batin, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi"

2) Ahmad Zaruq berkata, "Tasawuf adalah ilmu yang bertujuan untuk memperbaiki hati dan memfokuskannya hanya untuk Allah semata. Fiqh adalah ilmu yang bertujuan untuk memperbaiki amal, memelihara aturan dan menampakkan hikmah dari setiap hukum. Sedangkan ilmu tauhid adalah ilmu yang betujuan untuk mewujudkan dalil-dalil dan menghiasi iman dengan keyakinan, sebagiamana ilmu kedoktoran untuk memelihara badan dan ilmu nahwu untuk memelihara lisan."

3) Imam Junaid berkata, "Tasawuf adalah berakhlak luhur dan meninggalkan semua akhlak yang tercela."

Di antara ulama ada yang mengatakan bahawa tasawuf secara keseluruhan adalah akhlak. Barangsiapa memberi bekal dengan akhlak, maka dia telah memberimu bekal dengan tasawuf.

4) Abu Hasan Asy-Syadzili berkata, "Tasawuf adalah melatih jiwa untuk tekun beribadah dan mengembalikannya kepada hukum-hukum ketuhanan."

5) Ibnu Ubaijah berkata, "Tasawuf adalah ilmu yang dengannya diketahui cara untuk mencapai Allah, membersihkan batin dari semua akhlak tercela dan menghiasi dengan beragam akhlak terpuji. Awal dari tasawuf adalah ilmu, tengahnya adalah amal dan akhirnya adalah kurnia."

Penulis 'Kasyf azh-Zhunun' mendefinisikan tasawuf sebagai ilmu yang dengannya diketahui cara manusia sempurna meniti jalan menuju kebahagiaan. Dia juga mendefinisikan tasawuf dalam sebentuk syair..

6) Tasawuf adalah ilmu yang tidk diketahui,
kecuali oleh orang yang mengetahui kebenaran,
Dia tak akan dikenal oleh orang yang tidak mengalaminya,
Dan bagaimana mungkin orang buta dapat melihat cahaya?

7) Dalam buku 'Qawa id at-Tashawwuf, Ahmad Zaruq mengatakan bahawa kata tasawuf telah didefinisikan dan ditafsirkan dari pelbagai aspek, sehingga mencapai sekitar dua ribu definisi. Semua itu disebabkan kerana ketulusan untuk menghadapkan diri kepada Allah yang dapat dicapai dengan pelbagai cara.

Menurut penulis, tiang penyangga tasawuf adalah penyucian hati dari segala sifat yang kotor berdebu dan pondisinya adalah hubungan manusia dengan Sang Pencipta Yang Agung. Sufi adalah orang yang hati dan interaksinya murni hanya untuk Allah, sehingga Allah memberinya karomah.

Nota kaki :

1) Zakaria al-Anshari (wafat 929 H)) Ta'liqat ala ar-Risalah al-Qusyairiyyah.
2) Abu Abbas Ahmad Zaruq al-Farsi (wafat  899 H) Qawa'id at-Tashawwuf.
3) Musthafa Ismail, An-Nashrah an-Nabawiyyah.
4) Hamid Shaqqar, Nur at-Tahqiq.
5) Ahmad ibnu Ujaibah  (wafat 1266 H) Mi'raj at-Tasyawwuf ila Haqa iq at-Tashawwuf.
6) Haji Khalifah, Kasyf azh-Zhunun an-Asami al-Kutub wa al-Funun, Jilid 1, hlm 413-414.
7) Abu Abbas Ahmad Zaruq al-Farsi, Qawaid at-Tashawwuf.